Bukan bermaksud menyesali, tidak pula ingin mengumbar kesedihan.
Hanya saja hal ini mendesak untuk diungkapkan sebagai curahan hati yang… ahh sudahlah (ntar jadi lebay hehe…)
Hari ini orang-orang merayakan Valentine dan sebagian kecil lainnya
merayakan Imlek. Sepertinya hidup adalah perayaan tapi tidak bagiku :(.
kalian tahu kenapa?
Ya… banyak coklat yang datang. Diantar atau dikirim serta sebagian kecil di titipkan!
Ingin menolak rasanya tidak mungkin jadi terima sajalah… apapun itu aku anggap sebagai hadiah yang menyenangkan.
Aku tersenyum. Tulus dan …
+==+
Sekarang coklatnya masih menumpuk, kalau aku sendiri akan butuh
sepanjang tahun menghabiskannya, jadi hanya ada adek dan seorang sepupu
yang bebas menikmati sepanjang mereka mau…
Bukannya aku tidak menyukai makanan lezat itu…
Aku hanya seorang yang tidak mengerti ketika seorang mengharap lebih
dariku. Membuatku bingung selalu dan tidak mampu menjawab dengan mudah.
Kenapa dengan coklat? yang hanya sepotong, sekepal dan atau apalah
namanya sudah membuat kita dianggap menjadi bagian dari yang lain?
Jadi abaikan saja masalah Valentine dengan coklatnya.
====
Tiba -tiba aku menjadi orang cina… pakaian motif oriental menghiasi
baju yang aku peragakan. Sepertinya perancang kali ini lebih berani
bermain warna, tidak terpaku pada warna merah melainkan mencoba warna
Melayu yang hijau dan kuning keemasan.
Masih saling mengucapkan gong si fa cai ( nggak ngerti nulisnya neh..)
tiba - tiba assmen berikan coklat lagi. Lha… bukannya ang-pao malah
kasih coklat???
+++++
Aku selalu melarikan diri dari dunia perasaan ( cinta ) pada kesibukan
kerja dan lainnya yang tidak berhubungan dengan ketertarikan…
menyedihkan benar-benar menyedihkan.
Aku dalam kesendirian sembari berharap akan janji seseorang yang coba
aku percayai. Sampai sekarang ia-nya tidak nongol2 juga tapi aku tetap
menunggunya dan mungkin akan selalu demikian.
hahaha… tulisan yang kacau dan tak beraturan nan tak berarti ya?!… :P
Aku benar - benar tidak bisa konsentrasi kali ini… terlalu banyak yang
ingin kuungkapakan namun sedikit yang terlintas di benakku…
Ada yang tau dimana pemberi coklatku??? katakan aku menunggunya hiks…
Atau haruskah kuucapkan seperti judul diatas?




0 komentar:
Posting Komentar