Bibi Bertangan Satu

Anak semata wayangnya benci dia. Dia tampak seolah sangat memalukan. Dia memunguti bulir padi dan buah sawit yang rontok untuk mempertahankan kehidupan mereka.

Pembunuhan Lanza

Amerika menjabat tangan anda dengan hangat tapi menyembunyikan belati dibalik punggung mereka..

Secangkir cokelat

entah, tapi ada sedih yang tersisa ... ada rasa yang tertinggal ... di ujung jari, ujung lidah, dan pelupuk mata ... entah, ada sebersit wajah, dan ubin-ubiin putih

Asal mula Danau Toba ( Legenda )

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kesendirian dalam merenung

Bening dan lembut Meliuk indah seolah bayangan Putri sungai dengan mata air kecilnya Cantik… bak teratai bermahkota mawar

Selasa, 06 April 2010

Berbagi

Kita hidup bersama-sama orang lain. Namun demikian, dalam hidup
bersama, kita juga diminta untuk berbagi.

Berbagi artinya ketulusan hati kita untuk memberikan kebahagiaan bagi
sesama. Berbagi kebahagiaan dalam pengertian ini bukan berarti memberi
sesuatu dalam bentuk materi, melainkan juga dalam bentuk non materi,
seperti memberi semangat, hiburan, dukungan, dsb.

Banyak sekali kesusahan di dunia ini yg dapat teratasi apabila kita
mau berbagi. Persoalannya, apakah ada motivasi kita utk berbagi ?
Sebab, haruslah diakui bahwa seringkali justru kita tidak mau berbagi.
Kemudian, mengapa kita tidak mau berbagi ? Jawabannya ada di dalam
diri kita sendiri, yaitu karena kita sudah ada ketidakpedulian
terhadap sesama. Rasa tidak peduli ini muncul karena kita tidak pernah
berpikiran positif terhadap yang lain. Berpikir positif ini muncul
juga karena adanya kepura-puraan orang lain yang menggunakan selimut
penderitaan supaya mendapat belas kasih.

Kita sebaiknya bercermin dari mereka dan
melihat ke dalam diri sendiri apakah kita berbagi dengan tulus atau
tidak.

Minggu, 04 April 2010

Untuk Ayah...


Hmmmm... ayah, ingin ku katakan kekagumanku saat ini
Ayah yang dulu buat aku bingung, kenapa aku tak bisa dekat
Karena kau sibuk di luar, bekerja untuk apa?
Ayah yang dulu buat aku bingung, kenapa selalu memarahi
Karena nilaiku berderet angka merah, apa pedulinya?
Ayah yang dulu buat aku bingung, selalu ingin mengaturku
Harus begini dan harus begitu, apa haknya?
Ayah yang dulu buat aku bingung, kenapa begitu terdiam tertunduk
Saat ibu bilang, minggu ini uangnya tak cukup
Ayah yang dulu buat aku kesal, membangunkan setiap subuh
Tak henti sebelum kami shalat dan bergegas olah raga

Ayah... disini, saat ini, aku baru merasakan, tak mudah menjadi sepertimu
Aku yang merasa lebih beruntung, masih merasa belum bisa menyamaimu
Aku masih saja bertanya, beginikah rasanya menjadi seorang ayah
Memiliki tanggung jawab bukan hanya pada diri sendiri
Tak henti dirundung perasaan ingin memastikan semuanya baik
Tak henti dirundung perasaan ingin memberikan keamanan bagi mereka
Tak henti dirundung perasaan ingin memberi kenyamanan bagi mereka
Tak henti dirundung perasaan khawatir ini dan itu
Terpaksa harus berada di luar rumah dari gelap hingga gelap
Pulang ke rumah dan masih harus mendengarkan keluh kesah mereka

Ayah, baru aku mengerti rasa khawatirmu
Baru aku mengerti rasa kegelisahanmu
Baru aku mengerti kenapa kamu tertunduk dan terdiam
Baru aku mengerti sikap kerasmu pada anak-anakmu
Baru aku mengerti bahwa menjadi ayah adalah sebuah pengabdian
Sebuah ibadah, memberikan dirimu, semuanya, untuk keluarga

Padamu, ayah, sekarang aku bercermin
Padamu, ayah, sekarang aku berusaha menjejaki
Ketegaran, ketabahan dan kesetiaamu untuk keluarga
Akan ku ingat selalu pesanmu, ayah...

Rabu, 17 Maret 2010

Kenikmatan yang semu

Pagi itu Kyai Makmun seperti biasanya memberikan kuliah pagi kepada santri-santrinya, pagi ini sampailah pada bab pembahasan tentang zuhud

” Begitulah anak-anakku, zuhud adalah berpalingnya hati dari semua yang bersifat duniawiyah, baik itu halal apalagi yang syubhat dan haram ”

semua santrinya mendengarkan penjelasan kyai makmun dengan seksama, tiba-tiba dari tengah-tengah kerumunan santri ada satu santri yang meminta waktu untuk bertanya

” sebelumnya saya minta maaf, kalau saya lihat, pak kyai sendiri kenapa hidupnya penuh dengan dunia?” begitu pertanyaan muridnya

seperti diketahui, kyai makmun ini tergolong kyai yang kaya raya, rumahnya megah, pesantrennya kokoh dan banyak, kendaraannya mengkilap tidak hanya satu, hal demikian kontra dengan penjelasan yang pagi ini disampaikannya. lalu apa jawaban kyai makmun? dengan senyumannya yang khas beliau menjawab

” anakku pertanyaanmu sungguh cemerlang, tapi pertanyaanmu itu akan saya jawab insya Alloh dalam pengajian besok sore ”

pengajian pun ditutup dengan do’a penutup majlis, pagi harinya selepas pengajian, kyai makmun memanggil santri yang kemarin bertanya, ” gus pagi ini kamu ikut saya”. ternyata santri ini diajak menemani kyai untuk sekedar jalan-jalan dengan mobil mewahnya, karuan saja santri ini senang bukan kepalang, bukan saja karena diajak kyainya, tapi dia akan merasakan empuknya naik mobil bagus.

” Oh…ya gus… ada satu syarat yang harus kamu penuhi jika ingin tetap ikut mobil saya sampai kembali pulang, kamu pegang gelas yang penuh air ini, jangan sampai tumpah, kalau sampai tumpah, maka disitulah akhir dari perjalananmu, kamu akan saya turunkan” kyai makmun menerangkan kepada santrinya

singkat cerita, perjalanan dengan mobil mewah itu pun dimulai, mula-mula perjalanan diawali dengan pergi ke pusat kota dengan aneka macam keramaiannya, kemudia dilanjutkan kepegunungan yang indah, perjalanan pun akhirnya selesai, mobil pun meluncur perlahan kembali ke pesantren,

waktu berjalan dengan cepat, pengajian sore pun akhirnya tiba, dalam tengah-tengah penjelasan tentang zuhud ini kyai makmun bertanya dengan santrinya yang kemarin bertanya dan tadi pagi juga diajaknya jalan-jalan.

” gus bagaimana perjalanannya tadi pagi, enak kan? pemandangannya juga bagus-bagus kan? kyai makmun bertanya dengan iringan senyum

” enak bagaimana pak kyai? lha wong aku disuruh menjaga gelas yang berisi air agar jangan sampai tumpah, bagaimana bisa menikmati perjalanan dan pemandangan, yang ada malah rasa was-was serta kwatir, karena kalau sampai tumpah, saya sewaktu-waktu bisa diturunkan dari mobil” begitu jawaban santrinya

” hmmmm….. alhamdulillah, kamu sudah menemukan jawaban dari pertanyaanmu kemarin, dunia yang sebanyak ini tidak pernah bisa saya nikmati, karena setiap saat saya harus menjaga, agar dunia ini tidak membuat saya lalai dan berpaling dari Alloh serta kwatir dan takut kalau-kalau dunia ini akan menjadi fitnah buat diriku, lalu bagaimana aku bisa menikmatinya?


(tasauf-em,jazid)

Senin, 15 Maret 2010

APAKAH ALLAH AKAN MENGAMPUNIKU?

Ada orang yang berkata, " Aku ingin tobat tetapi dosaku terlalu banyak, semua jenis kemaksiatan telah aku lakukan dan segala bentuk dosa telah aku jalani.
Aku tidak tahu apakah Allah akan mengampuni dosaku yang telah kujalani sepanjang hidupku.

Sebagai umat islam , hal pertama yang harus kita lakukan dalam menggali hukum dan mencari dukungan adalah kembali kepada Al-Quran dan sunnah rasul.
Ketika kita kembali kepada kitab Allah, maka kita menemui firmannya yang berbunyi:

'"KATAKANLAH WAHAI HAMBA-HAMBAKU YANG MELAMPAUI BATAS TERHADAP DIRI MEREKA SENDIRI JANGANLAH KAMU BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH. SESUNGGUHNYA ALLAH MENGAMPUNI DOSA-DOSA SEMUANYA. SESUNGGUHNYA DIA MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG. DAN KEMBALILAH KAMU KEPADA TUHANMU DAN BERSERAH DIRILAH KEPADANYA (QS: AZZUMAR 53 ,54 )

Itulah jawaban singkat dan gamblang terhadap problem tersebut.


PERASAAN BAHWA DOSA KITA LEBIH BANYAK DARI AMPUNAN ALLAH ADALAH TANDA BAHWA :

1.Orang tersebut belum yakin sepenuhnya akan luasnya rahmat Allah

2. Kurang yakin dengan kekuasaan Allah untuk mengampuni segala dosa

3. Kurang mengamalkan amalan hati yaitu berharap kepada Allah

4 Tidak kuat memegang prinsip bahwa tobat dapat menghapus dosa

HAL INI BISA DIJELASKAN DENGAN PERNYATAAN BERIKUT ;

1. "DAN RAHMATKU MELIPUTI SEGALA SESUATU" (QS Al- 'Araf; 56)

2. Cukup Dengan hadis qudshi berikut : Allah berfirman :"SIAPA YANG MEYAKINI BAHWA AKU BERKUASA UNTUK MENGAMPUNI SEGALA DOSA , MAKA AKU MENGAMPUNI DOSANYA DENGAN CARAKU SELAMA DIA TIDAK MENYEKUTUKAN AKU DENGAN SEGALA APAPUN" (HR THABRANI, dalam kitab Al-Kabir dan HAKIM dalam kitab shahihul jaami' ; 4330)
Semua itu terjadi bila hamba tersebut bertemu dengan Allah kelak diakhirat

3."WAHAI MANUSIA...SUNGGUH BILA ENGKAU MEMOHON DAN MENGHARAP KEPADAKU PASTI AKU AKAN MENGAMPUNI SEMUA DOSA YANG ADA PADAMU DENGAN CARAKU.
WAHAI MANUSIA JIKA DOSAMU MENJULANG TINGGI KELANGIT KEMUDIAN ENGKAU MOHON AMPUN PADAKU PASTI AKU MENGAMPUNIMU DENGAN CARA-KU.
WAHAI MANUSIA JIKA ENGKAU DATANG PADAKU DENGAN MEMBAWA DOSA YANG MEMENUHI BUMI, KEMUDIAN ENGKAU BERTEMU DENGAN-KU TANPA MENYEKUTUKAN AKU DENGAN SESUATU , PASTI AKU AKN MENGHAMPIRIMU DENGAN AMPUNAN YANG MEMENUHI BUMI " .(HR Tirmidzi ,dalam shahiihul jaami' : 4338)

4. "ORANG YANG BERTOBAT DARI DOSANYA SEPERTI ORANG YANG TIDAK MEMILIKI DOSA" ( HR Ibnu Majah, shahihuul jaami' 3008)

Ya siapakah yang mengalihkan seseorang dari keadaannya yang penuh dosa menjadi diri yang bertobat?
Apakah sekarang terlihat wahai orang yang mau bertobat bahwa dosamu lebih besar dari dosa dosa orang terdahulu yang telah diterima tobatnya oleh Allah?
Lantas mengapa harus putus asa?

Ya Allah ,Ya Tuhanku jangan engkau adzab aku
Aku mengakui semua dosa yang kulakukan
Tiada daya bagiku
Kecuali harapan dan baik sangkaku akan ampunan dan maaf-Mu
Manusia mengiraku orang baik
Padahal aku adalah seburuk-buruk manusia
Jika engkau tidak mengampuni dan memaafkanku

Aku memohon kepada Allah semoga menerima tobat kita dan juga tobat kaum muslim semuanya.
Dan semoga dia menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (bertobat) kepadanya dan memohon ampunan kepadanya setiap saat dan waktu.


(Sumber : Hadist shahih Aljamius-shahih, Bukhari-Muslim;
Abu Firly Bassam Taqiy ," Berdosa tapi masuk surga" ;Dr. Khalid Abu Syaudi "Ketika Allah Berbahagia" )

Sabtu, 13 Maret 2010

Cangkir yang indah

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang indah. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir terindah yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak indah. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu indah. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

***

Sahabat, dalam kehidupan ini adakalanya kita seperti diminta berlari, ada kalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tapi sadarlah bahwa lakon-lakon itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi indah dan memancarkan kemuliaan.

“Sahabat, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila Anda jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, dan makin cantik dalam kehidupan ini.


Sumber : Kisah-kisah Motivasi

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More