Bibi Bertangan Satu

Anak semata wayangnya benci dia. Dia tampak seolah sangat memalukan. Dia memunguti bulir padi dan buah sawit yang rontok untuk mempertahankan kehidupan mereka.

Pembunuhan Lanza

Amerika menjabat tangan anda dengan hangat tapi menyembunyikan belati dibalik punggung mereka..

Secangkir cokelat

entah, tapi ada sedih yang tersisa ... ada rasa yang tertinggal ... di ujung jari, ujung lidah, dan pelupuk mata ... entah, ada sebersit wajah, dan ubin-ubiin putih

Asal mula Danau Toba ( Legenda )

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kesendirian dalam merenung

Bening dan lembut Meliuk indah seolah bayangan Putri sungai dengan mata air kecilnya Cantik… bak teratai bermahkota mawar

Sabtu, 23 Januari 2010

Cain and abel

TUTORIAL 1

Kalian pasti sudah mendengar tentang tool ini. Ini adalah salah satu tool hacking terbaik yang ada di Windows. Dengan tool ini, kita dapat menganalisis dan meng-audit keamanan jaringan kita.

Jadi, kali ini, saya melakukan sedikit percobaan. Mungkin bagi seorang ahli, hal ini sudah bisa di bilang basi.

Tapi, ini cuma sedikit mencoba menyegarkan memori kita tentang cara untuk mendapatkan password orang lain.

Dan saya yakin semua orang sudah tahu, bahwa alat ini tidak hanya berfungsi untuk sniffing paket dalam subnet.

Tetapi, ia bekerja untuk cracking password dengan segala bentuk algoritma yang digunakan, pelacakan data, masuk ke komputer remote, dan ada hal-hal lain yang juga.

Dalam postingan ini, saya akan menunjukkan cara mudah untuk menggunakan alat ini.

Sekarang, mari kita mulai:

1. Download Cain & Abel
2. Install (Kayanya gampang banget deh..)
3. Mengkonfigurasinya dengan Card yg aktif dan jangan lupa untuk menandai “don’t use promicious
mode”
4. Masuk ke tab … “sniffer”
5. Tekan tombol “+” pada toolbar. Dan pilih untuk scan “All host in my subnet”
6. Kemudian lihat di bagian bawah, terdapat tab “APR” … klik disitu, lalu klik tombol “+” di toolbar.
7. Di bagian kiri tabel, klik tombol “APR” ..
8. Ketika IP Tabel muncul, klik IP gateway di kiri tabel. Dan pilih target pada tabel kanan. (Dalam hal ini, saya memilih semua)
9. Lalu biarkan selama beberapa detik (sampai routenya menunjukkan “full-routing“)
10. Setelah itu, klik tombol tab “password“ di bagian bawah.
11. Sekarang, kita tinggal memperhatikan semua host yang membuka url yang memerlukan
authentification.
12. Kalau sudah ketemu, klik kanan, kemudian pilih “open url“ …
13. Selesai

Rabu, 20 Januari 2010

Kado untuk Tuhan


Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina)yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyebrangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.


Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan.Tindakannya selama ini diamati oleh seorang pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.


"Bagaimana kabarmu Andoy? Apakah kamu akan ke sekolah?"


"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy dengan senyumannya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.


Dia begitu memperhatikan keselamatan Andoy, sehingga pada suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, "jangan menyebrangi jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan, jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."


"Terima kasih Bapa Pendeta "


"Kenapa kamu tidak pulang sekarang? apakah kamu tinggal di Gereja setelah sekolah?"


"Aku hanya ingin menyapa kepada TUhan..sahabatku. "


Dan Pendeta itu segara menginggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian si Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy kepada Bapa di Surga.


"Engkau Tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku, ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya..lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah, tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi... Tolong Tuhan?? Oh ya, Engkau tahu ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu. Tuhan, Engkau mau lihat lukaku?? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini..disini. .aku rasa Engkau tahu yang ini kan ..?? Tolong jangan marahi Ibuku ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku, itulah mengapa dia memukul kami. Oh Tuhan, aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita.. menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku?? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku. Hei..ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira?? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya. Ooops aku harus pergi sekarang."


Kemudian Andoy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!"


Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari. Andoy tidak pernah absen sekalipun.


Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.


Pada hari Natal , Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.


Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andoy tiba dari pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa "Hallo Tuhan..Aku.. "


"Kurang ajar kamu bocah!!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa??!! Keluar!!"


Andoy sangat terkejut, "Dimana Bapa Pendeta Agaton...?? dia seharusnya membantuku menyebrangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya."


Ketika Andoy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.


Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah..kamu akan mendapatnya! !!"



Oleh karena itu Andoy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja.


Dia mulai menyebrang, ketika tiba-tiba sebuah bus sedang melaju dengan kencang disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andoy melindungi hadiahnya didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut.


Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.. dan Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa lagi.


Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.


Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, "Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini? Apakah anda mengenalnya? "


Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata, "Dia adalah sahabatku,"


Hanya itu yang dia katakan. Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang.


Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...


Di malam Natal , Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tuanya andoy.


"Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal?"


"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari," ucap ibu Andoy terisak.


"Apa katanya?"


Ayah Andoy berkata, "Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka, kami tidak mengenalnya namun ia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andoy sepertinya Dia begitu mengenal Andoy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya, Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andoy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikan sesuatu.."


"Apa yang dia katakan..?"


"Dia berkata kepada puteraku.." Ujar sang ayah "Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu, engkau akan bersamaku.."


Dan sang ayah melanjutkan "Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah..aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam dihatiku..aku tidak dapat melukiskan suka cita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang, tapi tolong katakan padaku Bapa Pendeta...siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari..kecuali pada waktu puteraku meninggal."


Pendeta Agaton tiba-tiba merasakan air matanya menetes di pipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik, "Dia tidak bicara dengan siapa-siapa. ..kecuali dengan Tuhan."

Selasa, 19 Januari 2010

Ibu dan tiga putrinya...

Suatu hari seorang ibu setengah tua mengadakan pesta perkawinan tiga anak gadisnya.. yang gara-gara turut nasehat orang tua untuk BELAJAR dan BELAJAR.. SEKOLAH dan SEKOLAH.. KARIR dan KARIR tapi TIDAK BOLEH PACARAN.. itu jadi kelamaan dapaet jodohnya..

Tengah malam setelah pesta perkawinan usai, si ibu kebelet kencing, pengen ke WC lewat kamar si Eka dia berhenti sejenak .. lamat-lamat dia mendengar jeritan dan tangisan dan rintihan-rintihan juga erangan yang cukup jelas.. si ibu lalu manggut-manggut saja sambil tersenyum - mengenang masa lalu.

Lewat kamar si Dwi dia mendengar suara tawa cekikikan dan canda diiringi juga dengan erangan bahagia.. si ibu pun manggut-manggut saja mengenang masa lalu. Lalu dia melewati kamar si Tri, ... lho tak terdengar suara apapun .. hanya suara emm.. emm itupun jarang dan tak jelas.. kali ini si ibu tidak manggut-manggut lagi tapi langgsung ke WC, kencing dengan kening berkerut - kenapa yach koq saya dulu tidak pernah seperti itu di malam pengantin. Keesokan harinya sambil sarapan, ibu ini bertanya pada ketiga anaknya:

ibu: Eka, kenapa tadi malam kamu menangis?
Eka: Kan ibu pernah bilang, TIDAK BAIK BERPURA-PURA, kalau merasa sakit yah menangis saja.
ibu: Oh, begitu.. kamu anak yang baik turut nasehat orang tua..

ibu: Kamu Dwi, kenapa tadi malam kamu tertawa-tawa?
Dwi: Kan ibu pernah bilang, TIDAK BAIK BERPURA-PURA, kalau merasa geli yah tertawa saja. (tak mau kalah)
ibu: Oh, begitu.. kamu anak yang baik turut nasehat orang tua..

ibu: Terus kamu Tri, kenapa tadi malam kamu koq diam saja?
Tri: Kan ibu juga kan sudah sering bilang, TIDAK BAIK BICARA KALAU MULUT SEDANG PENUH.=))

Minggu, 17 Januari 2010

Ustadz dan Sopir

Di pintu akhirat seorang malaikat menanyai seorang sopir Metro Mini.

“Apa kerjamu selama di dunia?” tanya malaikat itu.

“Saya sopir Metro Mini, Pak.”

Lalu malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk sopir Metro tersebut dan

peralatan yang terbuat dari emas.

Lalu datang Gus Ustadz. ”

Apa kerja kamu di dunia?” tanya malaikat kepada Gus Ustadz.

“Saya juga juru dakwah Pak…”
Lalu malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Melihat itu Gus Ustadz protes.

“Oom Malaikat, kenapa kok saya yang juru
dakwah mendapatkan yang lebih rendah dari seorang sopir Metro..?”

Dengan tenang malaikat itu menjawab:

“Begini Gus… Pada saat Pak Gus Ustadz ceramah, Bapak malah membuat
orang-orang semua ngantuk dan tertidur… sehingga melupakan Tuhan.
Sedangkan pada saat sopir Metro Mini mengemudi dengan ngebut, ia
membuat orang-orang berdoa meminta keselamatan….”

Sabtu, 16 Januari 2010

Mencius

Mencius pergi menghadap Raja Hui dari Liang. Raja dan sekaligus Guru yang mulia berkata :

"karena anda datang dari jauh, saya kira anda punya nasehat yang hebat yang akan menguntungkan kerajaan saya ?"

Mencius menjawab :
"Mengapa yang mulia bicara tentang keuntungan ? Jika seorang raja berkata : Bagaimana kerajaanku bisa memperoleh keuntungan ? Seseorang yang terhormat akan berkata : Bagaimana keluargaku bisa mendapat keuntungan ? Orang biasa juga akan berkata : Bagaimana aku bisa mendapat keuntungan ? Maka setiap orang dari kalangan atas hingga bawah akan saling bertikai demi keuntungan dan negara akan terancam."

Jawaban ini adalah sindiran Mencius bagi seorang penguasa yang selalu menghitung keuntungan yang diperoleh tanpa melihat kerugian dan ancaman yang akan diperoleh, sehingga akan mengorbankan segalanya agar mendapatkan keuntungan tersebut dan terkadang tidak sebanding dengan yang diperoleh.

Selanjutnya, Mencius berkata :
"Seperti seorang adipati dengan seribu kereta perang membunuh raja yang memiliki sepuluh ribu kereta perang. Raja dengan seratus kereta perang yang membunuh adipati degan seribu kereta perang. Seseorang akan cepat bisa puas dari sepuluh ribu / seratus dari seribu / satu dari sepuluh. Akan tetapi apabila ia mengutamakan keuntungan daripada kebenaran, maka ia tidak akan pernah puas sebelum mendapatkan segalanya."

Ungkapan ini adalah sindiran bagi orang yang serakah dan terus mencari keuntungan dan hidup dengan mengutamakan keuntungan daripada kebenaran sehingga ia tidak akan puas meskipun semuanya ia telah peroleh

Mencius berkata kembali :
"Kebajikan yang agung berasal dari kebaikan dan kebenaran. Tidak pernah orang baik mengabaikan orang tuanya. Tidak pernah ada orang benar yang mengabaikan rajanya. Oleh karena itu, yang mulia harus bicara tentang kebaikan dan kebenaran saja. Jadi, untuk apa bicara keuntungan ?

Dalam hal ini, jawaban tersebut adalah cara orang bijak yang selalu berbicara tentang kebaikan dan kebenaran saja tanpa mencari keuntungan, tetapi sebaliknya ia berbicara kebaikan dan kebenaran agar supaya dikatakan orang bijak meskipun dirinya masih berusaha melakukan hal-hal yang hanya menguntungkan dirinya yang berlebihan / tidak melakukan apa-apa ini sama saja. Jadi dia terus berbicara saja seperti orang bijak tetapi tidak pernah melakukan seperti yang dia bicarakan.

Mencius berkata :
"Ketika berbicara tentang keuntungan orang hanya memikirkan dirinya, tetapi orang yang baik dan benar akan memikirkan kebaikan bagi semua orang."

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More